Welcome to Wajibstat Analysis.

Penghidupan berasal dari apa yang kita cari tetapi kehidupan berasal dari apa yang kita bagi*** W.A. ***

Rabu, 13 Maret 2013

ONE SAMPLE T TEST DENGAN SPSS 16



One-Sample T Test
Dengan SPSS 16

Prosedur pengujian untuk One-Sample T Test digunakan ketika kita ingin mencari tahu apakah ada perbedaan rata-rata dari sebuah variabel (saja) dibandingkan dengan suatu konstanta yang sudah ditentukan.

          Misalnya, dalam sebuah perusahaan kopi yang menggunakan tiga buah jenis mesin produksi (mesin 1, 2, dan 3), ingin diketahui apakah ketiga mesin ini masih baik untuk digunakan. Hal ini dilihat dari mampu tidaknya masing-masing mesin mengolah kopi dengan standar 332 kilogram dalam sehari.  Penelitian mengambil sampel secara acak masing-masing lima hari dari periode satu bulan (30 hari).

         Nah, dalam kasus ini hipotesis nolnya adalah bahwa mesin harus mengolah kopi 332 kg dalam sehari. Hipotesis bandingannya, saya buat bahwa pengolahan kopi oleh mesin kurang dari 332 kg dalam sehari sehingga mesin itu dinyatakan sudah rusak dan perlu diganti. Untuk data bisa sobat unduh disini


        Nah, oleh karena kita mengambil sampel jumlah hari yang sama yakni lima hari dari tiap mesin 1, 2, dan 3, maka pertama kali, kita harus melakukan penyesuaian antara hari dengan mesin. Caranya adalah klik Data, Split File, pilih Compare Groups dan isikan Jenis Mesin pada bagian Groups Based on




Kemudian kita lanjut lagi yaaaa..

Klik Analyze, Compare Means dan pilih One Sample T Test
Masukkan variabel olahan sehari ke dalam bagian Test Variable(s) dan isikan test value dengan 332. Lalu klik options dan atur tingkat kepercayaan sebesar 90%. Berikut gambaran prosesnya:
   

  Perhatikan output One Sample Testnya
  

       Nah, untuk tingkat kepercayaan 90% kita perhatikan pada bagian Sig, khusus untuk yang nilainya signifikan yakni lebih kecil daripada 0,1 yaitu mesin 2, 3 dan 6. Karena ketiha mesin ini (2,3, dan 6) nilai sig masing-masing lebih kecil daripada 0.1 (signifikan) maka kita menolak hipotesis nol dan menerima hipotesis alternatif. 

Eitsss, tapi tunggu dulu cek juga rentang interval kepercayaan untuk ketiga mesin (2,3, dan 6). Hasilnya rentang ketiga mesin ini ternyata di bawah 0 sehingga bunyinya adalah ketiga mesin menghasilkan olahan kurang dari 332 kg dalam sehari. Simpulannya ya mesin 2,3, dan 6 harus diganti karena sudah rusak.


Bedakan dengan ketiga mesin lainnya yang masih bagus (1,4,dan 5) yang nilai sig tidak signifikan (terima hipotesis nol) dan rentang interval kepercayaannya pun mengandung 0 sehingga hasilnya adalah benar kita menerima hipotesis nol.
Pertanyaan: Tadikan ada 3 mesin yang rusak (dilihat dari sig.) yakni mesin 2,3,dan 6. Jadi bagaimana kalau mesin 2,3 rentangnya di bawah nol sedangkan MISALNYA mesin 6 justru rentangnya di atas nol? Bagaimana bunyinya? Apa pendapatmu?

Ya begini, kalau untuk mesin 2 dan 3 saya rasa gak masalahlah. Kan udah dijelasin di atas, sehingga simpulannya mesin 2 dan 3 rusak sebab olahan seharinya kurang dari 332 kg. Nah, mesin 6 juga tetap dinilai rusak tetapi asalannya bukan lagi karena olahan seharinya kurang yaaa.. tetapi karena olahan seharinya lebih dari 332 kg sehari. Jadi, karena standar sudah kita tetapkan 332, mau kurang atau lebih tetap saja itu di luar standar dan mesin tetap dikatakan rusak..

Demikian yang bisa saya paparkan buat semua sobat...
Semoga tulisan saya ini bermanfaat..
Sekian dulu,, Salam sukses.. Salam hangat

 

0 komentar:

Poskan Komentar