Selamat Datang di Wajibstat Analysis

TETAP SEMANGAT. PIKIRKAN BAHWA SUKSES ITU HANYA TINGGAL SATU LANGKAH. HARUS SELALU ADA SEMANGAT UNTUK BISA*** Salam Sobat ***

Senin, 15 April 2013

UJI VALIDITAS DAN REALIBILITAS ITEM PERTANYAAN PENELITIAN DILENGKAPI CONTOH PENGERJAAN DENGAN SPSS 16


UJI VALIDITAS DAN REALIBILITAS ITEM PERTANYAAN PENELITIAN DILENGKAPI CONTOH PENGERJAAN DENGAN SPSS 16

Selamat siang sobat semua.. Piye kabare? Hehehe.. Moga tetap sehat dan sukses selalu ya.. Amiiin..
Oke deh, kali ini saya mau posting lagi nih sob hemm khusus bagi sobat yang mau ngadain penelitian tapi pakai data primer.. Nah, otomatis sobat harus buat daftar pertanyaannya alias kuesionernya dulu dong hehehe..
Nah, pertanyaan yang bakal sobat pakai buat penelitian tuh kudu diuji dulu validitas dan realibilitasnya.. Pertama, apa sih maksudnya valid dan reliable? Nah, valid itu adalah jika item-item pertanyaan yang sobat buat cocok, pas/tepat sesuai dengan tujuan penelitian sobat.  Apa yang ingin sobat ukur sudah bisa secara cermat diperoleh dengan menggunakan item-item pertanyaan sobat.
Nah, karena alasan itulah kita butuh menguji kevalidan item-item pertanyaan secara statistik yakni dengan mengkorelasikan masing-masing skor item pertanyaan (masing-masing variabel) dengan skor total (penjumlahan dari seluruh item pertanyaan 1 sampai terakhir). Uji yang kita pakai adalah bivariate korelasi pearson (tanpa koreksi) dan dengan koreksi (corrected item total correlation). 

Biasanya kalau item pertanyaan yang sobat pakai lumayan banyak, pakai yang tanpa koreksi saja sementara jika hanya sedikit (katakanlah 10 pertanyaan) pakai yang terkoreksi untuk menyurutkan pengaruh over estimate (estimasi yang lebih tinggi dari yang sebenarnya).

Selanjutnya adalah reliabilitas. Jadi begini, item kuesioner/pertanyaan  yang reliabel harus bersifat konsisten. Artinya kapanpun di waktu lain kita bahkan orang lain melakukan penelitian yang hampir sama dengan penelitian saat ini, pertanyaan yang kita pakai dalam meneliti masih handal dan bisa dipergunakan dengan memberikan hasil yang sama atau mendekati sama.

Nah, andaikata kita punya 10 pertanyaan, kita harus uji masing-masing pertanyaan ini lalu setelah kita uji validitas ternyata hanya ada 8 pertanyaan yang valid, maka hanya 8 pertanyaan inilah yang kita masukkan lagi ke dalam uji realibiltasnya. Oke tanpa berlama-lama, saya langsung berikan contohnya. Silahkan sobat download disini.

Pertanyaan yang dipakai disini terkait dengan konteks melihat motivasi. Saya buat demikian karena ada maksudnya untuk uji selanjutnya sob hehehe.. Yaudah ntar aja itu dipikirin hehehe,, Sekarang, silahkan masukin aja datanya dulu ke dalam SPSS, dan ubah saja nama variabel menjadi item1... item10 atau terserah sobat deh.. hehe.. 

Sobat lihat ada kolom item total. Nah, kolom ini merupakan penjumlahan dari total item pada masing-masing responden. Ingat, baris menunjukkan responden sedangkan kolom menunjukkan item pertanyaan. Jadi, kita menggunakan 10 item pertanyaan dengan 12 orang responden. Berikut tampilannya:




Selanjutnya kita melakukan uji korelasi bivariat Pearson dengan mengklik Analyze, Correlate, Bivariate. Lalu masukkan seluruh variabel ke dalam bagian Variables dan pada bagian Correlation Coeficient centang Pearson (default SPSS) uji 2 arah (two tailed). Lalu klik OK. Ilustrasinya seperti ini: 

 
Maka sobat akan mendapatkan output pengujian seperti ini nih..


Perhatikan masing-masing nilai korelasi item pertanyaan dengan item total. Oleh karena kita menggunakan sampel 12 responden maka derajat kebebasan (degress of freedom) adalah n-2=10. Sekarang cari nilai tabel r dengan derajat bebas (df)=10 pada Alpha 0,05 diperoleh 0,5760. Inilah batasan (cut off) nilai yang kita pakai. Nilai korelasi harus lebih besar dari 0,5760. Nah, dari output ternyata item pertanyaan 1,9 dan 10 tidak valid dipakai dalam penelitian. Masing-masing nilainya lebih kecil dari 0,5760 yaitu 0,428; 0,283 dan 0,014 (tidak usah perhatikan arah, hanya nilainya).


Berarti kita hanya menggunakan tujuh pertanyaan dalam penelitian (yang valid).
Namun terkadang peneliti masih belum puas jika hanya menggunakan korelasi bivariat yang belum dipersenjatai koreksi terhadap hasil yang overestimate kendati pertanyaan yang mereka pakai sudah lumayan banyak (>20 pertanyaan). Jadi, mereka lakukan lagi uji terkoreksi (corrected item correlation). 

Seperti yang saya sampaikan di atas, kalau item pertanyaan sedikit perlu juga uji terkoreksi ini karena untuk jumlah item yang sedikit, nilai over estimate akan berpengaruh terhadap hasil penelitian.. Hemmmh, jadi ayo deh kita lakukan uji validitas terkoreksinya hehehe..

Langkahnya, pada SPSS silahkan pilih Analyze, Scale, Reliability Analysis. Masukkan item1 sampai 10 (Ingat, untuk itemtotal tidak perlu yaa hehehe). Berikut gambarannya:
  


Lalu jangan lupa klik dulu Statistics dan pada bagian Descriptive For silahkan centang pilihan Scale If Item Deleted. Ini gambarannya:

 

Ini dia output yang dihasilkan:



Perhatikan saja nilai Corrected-nya dan masih sama dengan cut off value, kita pakai 0,5760. Ternyata tidak hanya item 1,9 dan 10 saja yang nilainya lebih kecil daripada 0,5760 tetapi juga item 5 dan 8. Karena itu, kita membuang pertanyaan nomor 1,5,8,9,dan 10 dan untuk penelitian, kita hanya memakai 5 pertanyaan yang valid saja yaitu item no 2,3,4,6, dan 7. Berikutnya, kelima pertanyaan yang valid ini yang akan kita uji realibilitasnya ya sobaaat hehehe.. 

Jadi sedikit saran saja, usahakan sobat buat item pertanyaan yang cukup banyak ya agar pada saat uji validitas seenggaknya masih banyak pertanyaan valid yang bisa dipakai dalam penelitian hehe..

Untuk uji realibilitas tenang saja akan segera saya posting contohnya.. Yang pentingkan sobat dah dapat dulu konsepnya bagaimana toh hehehe.. Oiya kalau mau download tabel r disini ya..

Oke deeeh sob.. kurang lebihnya, mohon dimaafin ya.. Semoga postingan ini bermanfaat.. Semangat dan sukses buat kita semua :-)





5 komentar:

  1. sama2 mas tri. semoga bermanfaat. sukses

    BalasHapus
  2. Heribertus Sidabutar2 November 2013 07.29

    Mauliate kawan..:)

    BalasHapus
  3. mas, mau tanya. jika kuesionernya bentuk item makanan, apakah perlu validitas lagi?

    BalasHapus
  4. mas mau tanya
    hasil validitas kalau di bandingkan dengan nilai sig. itu pake y harus lebih besar pa lebih keil dari nilai sig

    BalasHapus