Welcome to Wajibstat Analysis Jibvela17...

NEW WAJIBSTAT ANALYSIS IS COMING***

Selasa, 05 Maret 2013

ANALISIS KONVERGENSI



ANALISIS KONVERGENSI

Wah, ketemu lagi nih sama sobat sekalian hehehe.. Apa kabarnya nih sobat semua? Yaa, moga semua sehat dan baik-baik aja ya..

Nah, kali ini sebentar kita beranjak ke suatu analisis yang menurut saya pribadi sangat menarik buat dipakai dalam penelitian yaitu analisis konvergensi.. Apaan tuh? Hehehe

Mumpung ni analisis saya pakai juga dalam skripsi saya, jadi gak salah dong kalau saya mau share ke sobat sekalian.. Let’s go, happy reading..

Nah, teori konvergensi ini tuh awalnya dari teori Solow Swan Model. Maksud loh? Hahaha.. Jadi gini, Solow Swan ini menjelaskan kalau tingkat kemakmuran yang dialami oleh negara-negara yang sudah maju dengan yang dialami negara-negara berkembang suatu waktu akan konvergen.

Ya intinya, tingkat pertumbuhannya bakalan bertemulah pada satu titik. Nah, terus, teori ini juga memaparkan terjadinya catching up effect.Sederhananya begini, suatu saat nanti, negara-negara berkembang akan berhasil mengejar negara-negara yang sudah maju dengan asumsi negara-negara maju tuh bakalan masuk ke dalam kondisi yang steady state

Maksudnya, tingkat pendapatan negara maju tidak bisa meningkat lagi karena tambahan investasi tidak lagi menambah pendapatan.  

Naaaah, sementara negara-negara maju sudah steady state, bagi negara-negara berkembang, tambahan investasinya justru berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatannya.

Otomatis, perekonomian  negara berkembang semakin mampu mengejar dan menempuh level perekonomian negara maju. Begitulah alur pikir gambaran catching up effect. Kalau masih bingung, sobat baca lagi dari awal sambil merenung hehehe...

Identifikasi (terjadi tidaknya) konvergensi dibagi menjadi konvergensi bruto (sigma convergence) dan konvergensi beta (unconditional convergence). Tenang saya uraikan deh masing-masing.. Konvergensi bruto ini dipakai buat melihat dispersi (ukuran penyebaran). 

Lha, karena fokusnya dispersi, maka untuk konvergensi bruto cukup lihat bagaimana pergerakan/pola standar deviasi variabel penelitian sobat.

Nih saya kasih contoh deh dari skripsi saya.. Penelitian saya punya variabel pertumbuhan ekonomi sebagai variabel terikatnya. Sedangkan, variabel bebas, saya pakai variabel keterbukaan ekonomi, kurs, tingkat suku bunga, inflasi, tingkat pengangguran terbuka dan nilai ekspor.

Saya men-generate alur pikir konvergensi ini ke dalam level Indonesia. Jadi, saya berhasil meneliti apakah pertumbuhan ekonomi propinsi-propinsi yang PDRBnya kecil akan mampu mengejar pertumbuhan ekonomi propinsi-propinsi yang PDRBnya besar (kaya). Periode penelitian dari triwulan I 2006 sampai triwulan IV 2011.

Begini grafik pergerakan dan pola standar deviasi pertumbuhan ekonominya:


 Lihat, ukuran dispersi standar deviasi cukup berfluktuasi kan.. Nah, informasi ini cukup membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi antar propinsi di Indonesia masih belum stabil. Tetapi nih ada tetapinya nih.. Walaupun pergerakannya fluktuatif, pola standar deviasi pertumbuhan ekonominya cenderung turun lhooo. Tau artinya kagak? Wkwkwk.

 Nah, pola yang menurun ini menggambarkan peluang terjadinya penurunan ketimpangan. So, pertumbuhan ekonomi antar propinsi masih berpeluang menuju konvergensi. Sesuai yang kita harapkan, pola grafiknya turunlah (converge). Jadi, pertumbuhan ekonomi propinsi-propinsi di Indonesia yang PDRBnya kecil akan berpeluang mengejar pertumbuhan ekonomi propinsi-propinsi di Indonesia yang PDRBnya besar. Cukup jelas ya,, let’s continue..


 Nah, kalau tadi bahasannya konvergensi bruto, sekarang saya ajak nih sobat masuk ke alam selanjutnya hahaha.. alam konvergensi beta.. Nah, kalau saya dalam penghitungannya mengacu pada formula Barro dan Martin.

Caranya, regresikan pertumbuhan ekonomi awal periode penelitian atau periode penelitian sebelumnya sebagai variabel bebas dengan nilai pertumbuhan ekonomi pada saat periode penelitian sebagai variabel terikatnya.

Prosedur awal yang harus kita lakukan adalah mencari tahu apakah terjadi konvergensi absolute,  baru kita uji konvergensi kondisionalnya. Nih, model spesifikasi persamaan model yang dipakai buat konvergensi absolut:

Nah,  dan  masing-masing merupakan intercept dan slope dengan 0 < slope < 1. Nilai  yang semakin tinggi menunjukkan kecenderungan akan terjadinya konvergensi. (Barro and Martin, 2004).
Contoh, dalam penelitian saya, untuk menganalisis konvergensi absolut, dibuat persamaan dengan pertumbuhan ekonomi 33 propinsi di Indonesia triwulan ke-t sebagai variabel terikat dan pertumbuhan ekonomi 33 propinsi di Indonesia triwulan sebelumnya (distributed lag) sebagai variabel bebas.
Nah, berikut ini output pengolahan dengan Eviews 6.0 (dengan pendekatan common effect regresi data panel):

Dari model persamaan di atas, saya uraikan: Koefisien pertumbuhan ekonomi per propinsi di Indonesia triwulan sebelumnya sebesar 0,2362 yang memiliki arti bahwa peningkatan/penurunan pertumbuhan ekonomi 33 propinsi di Indonesia tahun sebelumnya sebesar 1 persen akan berdampak pada peningkatan/penurunan pertumbuhan ekonomi propinsi di Indonesia sebesar 0,2362 persen.
Nah beruntungnya, nilai slope variabel bebas pertumbuhan ekonomi NEGATIF dan signifikan berpengaruh yang ditunjukkan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil daripada alpha 0,05.
Nilai koefisien determinasi (R2) = 0,059 yang memiliki arti bahwa 5,9 persen variasi naik turunnya pertumbuhan ekonomi 33 propinsi di Indonesia dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi 33 propinsi di Indonesia pada periode/triwulan sebelumnya. Kok kecil ya? Apa gak bermasalah nih?
Naaaah, dalam kasus ini, nilai koefisien determinasi (R2) yang kecil diperbolehkan karena tujuan dari penelitian saya bukan untuk melakukan estimasi yang dibutuhkan (R2) tinggi tetapi hanya untuk identifikasi saja (terjadi tidaknya konvergensi pertumbuhan ekonomi) yang berpatokan pada koefisien regresi. Jadi, yang terpenting adalah  variabel bebas (pertumbuhan ekonomi triwulan sebelumnya) sudah signifikan secara statistik.
Sedikit lagi nih lanjutannya, untuk melihat laju pertumbuhan, kita pakai konvergensi beta dengan rumus:

Nah,  diperoleh dari koefisien variabel bebas dan T adalah lama periode waktu
Udah dapat nih berapa laju konvergensinya, yap lajunya sebesar . Hasil ini mengindikasikan kalau pertumbuhan ekonomi propinsi, utamanya propinsi-propinsi yang PDRBnya rendah harus bisa tumbuh minimal sebesar 0,8  persen per periode (dalam hal ini per triwulannya agar dispersi pertumbuhan ekonomi semakin turun.
Nah terakhir, kita cari nih waktu tengahnya (half-time).. At first apaan tuh waktu tengah?? Nah, waktu tengah tuh artunya lamanya waktu yang diperlukan untuk menutupi setengah dari ketimpangan pertumbuhan ekonomi yang terjadi.
Dari formula Barro dan Martin dalam bukunya “Economic Growth” diperoleh rumus:
Apa bunyi nilai ini? Gini nih bunyinya; untuk menutupi separuh ketimpangan pertumbuhan ekonomi yang terjadi, dibutuhkan waktu selama 78,4547 periode (triwulan) yang setara dengan 19,6137 tahun. Jadi, secara overall, untuk menutupi secara keseluruhan ketimpangan pertumbuhan ekonomi dibutuhkan waktu 39,2273 tahun dengan syarat kondisi pertumbuhan ekonomi propinsi (utamanya propinsi yang PDRBnya kecil) harus tumbuh setidaknya sebesar 0,8 persen per triwulannya.
Wow, akhirnya kita tiba di penghujung acara,, Hahaha.. Sampai disini dulu kita belajar analisis konvergensi.. semoga tulisan ini bermanfaat.. Salam :-)

 




14 komentar:

  1. Komunikatif... tulisannya ...mau dong referensi dan hasil penelitiannya kita dikirimi.....tolong dikirim ke anwar7390@gmail.com.... thank's sebelumnya

    BalasHapus
  2. @ mas anwar: mas, silahkan cek email sudah saya kirimkan. smoga bermanfaat.. sukses sll :D
    @ mbak hera: trimakasih ya mbak hera.. sukses sll :D

    BalasHapus
  3. bagus sekali mas bahsannya.. bahasanya mudah di mengerti hehe.. mau juga dong mas referensi dan hasil penelitiannya.. tolong dikirimin ke fashollatain@yahoo.com
    makasih sebelumnya :))

    BalasHapus
  4. Kebetulan penelitian saya tentang konvergensi.
    Kalo boleh saya ingin berdiskusi dengan anda. Toling kirim kan kontak anda ke srengsaw@gmail.com
    Thanks

    BalasHapus
  5. bagus sekali mas bahsannya.. bahasanya mudah di mengerti hehe.. mau juga dong mas referensi dan hasil penelitiannya.. tolong dikirimin ke prista.fitri@gmail.com
    makasih sebelumnya :))

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Boleh mnta referensi sama hasil penelitiannya mas? Saya juga lagi menetili tentang konvergensi.
    nurulikhsanti @gmail.com
    Makasih sebelumnya mas

    BalasHapus
  8. Saya juga tertarik meneliti tentang konvergensi, kalau (semoga) di baca boleh minta ke munira.zahra24@gmail.com?

    BalasHapus
  9. tolong dong gan bisa kirimin referensinya sama hasil penelitiannya. kirimin ke email rhizalbagussetiawan92@gmail.com.

    BalasHapus
  10. Mau dong referwnsinya candraadi533@gmail.com

    BalasHapus
  11. mau tanya dong mas kalo untuk menghitung kecepatan untuk konvergensi kondisional itu menggunakan koefisien variabel bebasnya yang mana ya ? makasih

    BalasHapus
  12. mau dong kak dikirimin tentang perhitungan konvergensi ke riris.lastri@ymail.com
    terimakasih

    BalasHapus
  13. assalamu'alaikum warahmatullahi wabara katuh,,, kak saya juga mau lihat hasil penelitiannya kalau boleh... tolong kirim ke sini ya kak,,,

    m.rahmadhaini@gmail.com

    BalasHapus