Welcome to Wajibstat Analysis Jibvela17...

NEW WAJIBSTAT ANALYSIS IS COMING***

Senin, 29 April 2013

INTERPRETASI OUTPUT DAN KESIMPULAN PENERAPAN MULTIDIMENSIONAL SCALLING ANALYSIS (MDSA) KASUS ANALISIS RISET PEMASARAN PRODUK KOPI TERBARU


INTERPRETASI OUTPUT DAN KESIMPULAN PENERAPAN MULTIDIMENSIONAL SCALLING ANALYSIS (MDSA) KASUS ANALISIS RISET PEMASARAN PRODUK KOPI TERBARU

Selamat siang sobat semua.. Gimana neh kabarnya? Moga baik dan sukses selalu ya sooob.. Oke deh kali ini saya akan bahas interpretasi output analisis multidimensional scalling pada riset pemasaran produk kopi terbaru..Nah, postingan ini adalah terusan postingan sebelumnya tentang konsep MDSA. Saya sarankan sobat baca dulu konsep MDSAnya disini agar lebih mudah dalam memahami output yang ada hehehe.. 
Output pertama ayoo..Perhatiin ya sooob hehehe..


Sekarang fokus pada nilai Stress pada output. Nilai Stress ini untuk melihat tingkat kelayakan/kesesuaian model penelitian yang kita pakai (fitting model) denga hipotesis nol adalah model sudah fit dan hipotesis alternatifnya adalah model tidak fit..  Nah, harapan kita adalah menerima hipotesis nol. Lihat bahwa nilai Stress 0,556 lebih besar daripada Alpha (tingkat) kesalahan 0,05 sehingga dengan demikian kita menerima hipotesis nol dan mengambil simpulan bahwa model penelitian yang kita pakai sudah fit..
 
Selanjutnya perhatikan nilai RSQ sama halnya dengan nilai koefisien determinasi (Rsquare) dalam analisis regresi. Sobat bisa lihat bahwa nilai RSQ sebesar 0,702. Nilai RSQ ini juga sebagai dasar untuk uji kelayakan model dan kita lihat bahwa nilainya cukup besar yaitu 0,702 sehingga kita menyimpulkan bahwa model penelitian kita sudah benar-benar fit.

Selanjutnya perhatikan output Stimulus Coordinates:
  


Nah output ini adalah untuk memposisikan koordinat dari masing-masing produk kopi dalam jarak Euclidean. Hasilnya akan divisualisasikan dalam koordinatnya sooob.. Nah, sebelum masuk ke bagian output Derived Stimulus Configuration, kita lirik dulu output Scatter of Fit yang berguna untuk melihat kekonsistenan responden dalam menilai kemiripan produk. Kekonsistenan terlihat dari pergerakan ke kanan atas atau linier yang terbentuk dalam scatter. Berikut outputnya:



Disini kita melihat scatter plot antara Disparities (perbedaan) dengan Distance (jarak). Bisa kita lihat bahwa scatter plot memiliki pola penyebaran menuju kanan atas atau linier sehingga kita mengatakan bahwa responden konsisten dalam memberikan penilaian terhadap produk kopi.

Next, ayo kita lihat output Derived Stimulus Configuration.. 


Nah, disini kita melihat ada beberapa produk kopi yang sangat bersaing dengan produk TOS Kopi yaitu produk Wajibstat Kopi dan Fresso Kopi.. Terlihat dalam jarak Euclidean, produk TOS Kopi nyaris ditempel oleh produk Wajibstat Kopi terutama dalam Row 4 (sisi warna kopi) dan Row 1 (kekentalan kopi). Kedua hal ini dinilai mirip oleh konsumen dalam hal keunggulan yang diusungnya. Pesaing dari Fresso Kopi juga sangat dekat dengan produk TOS Kopi dalam hal warna kopi dan kekentalan kopi. 

Nah, selanjutnya, untuk kemiripan yang dinilai oleh konsumen kendati belum terlalu sama adalah row 2 (rasa), row 6 (manfaat dan row 3 (aroma). Terlihat bahwa untuk ketiga hal ini (rasa, manfaat dan aroma), yang paling dekat jaraknya adalah Lawak Kopi dan Dorabisa Kopi terutama row 2 (rasa) yang jaraknya hampir sama kendati agak jauh.

Nah untuk yang agak jauh jaraknya dengan TOS Kopi adalah CBA Kopi dan Kopiku Kopi sehingga TOS Kopi tidak perlu mengganggap CBA Kopi dan Kopiku Kopi sebagai ancaman dalam hal harga jual kopi di pasaran.

Jadi, sebagai simpulan, sebaiknya perusahaan TOS Kopi perlu mewaspadai utamanya keberadaan Wajibstat Kopi dan Fresso Kopi. Kedua pesaing ini dianggap mirip oleh konsumen dalam hal warna kopi dan kekentalan kopi. Pikirkan inovasi untuk membuat warna kopi yang jauh lebih menarik lagi dibandingkan dengan Wajibstat Kopi dan Fresso Kopi. Kekentalan TOS Kopi juga harus diperhatikan karena dari keunggulan inilah produk laris di pasaran. Pertahankan atau tingkatkan kekentalan produk TOS Kopi. Mungkin dengan sedikit kenaikan harga, saya pikir tidak terlalu beban kepada konsumen karena terlihat untuk masalah harga yang selama 3 bulan ini ditawarkan ternyata tidak ada masalah.
 
Keberadaan Lawak dan Dorabisa Kopi dinilai mirip dari soal rasa oleh pembeli karenanya tingkatkan kemantapan rasa TOS Kopi agar mampu bersaing dalam hal pemasaran dan penjualannya ke depan agar bisa mengingkatkan net margin (profit) yang akan mendongkrak nilai profitabilitas perusahaan TOS Kopi.

Nah, gitu sooob kira-kira kesimpulan yang bisa diambil hehehe.. Kalau sobat mau coba analisis faktor/Confirmatory Factor Analysis, sobat bisa mereduksi ketujuh variabel hanya ke dalam dua dimensi (faktor baru) dengan penamaan yang baru juga hehehe..
Untuk output analisis faktor (CFA), sebagai penguatan aja yaaa,, Neeeh saya berikan sekalian pembagian faktornya hehehe.. Untuk mendalami CFA ini silahkan lihat pada postingan saya sebelumnya disini
  

Rotated dengan Varimax menyatakan bahwa variabel kekentalan (row 1), rasa (row 2), aroma (row 3), warna (row 4) dan manfaat (6) berkorelasi kuat dengan Factor I ( katakanlah Dimensi I) sedangkan harga (row 5) dan kemasan (7) berkorelasi kuat dengan Factor II (katakanlah Dimensi II). Coba cek lagi output Derived Stimulus Configuration di atas. Bagaimana hasilnya? Tentunya sama dooong hehehe...

Untuk masalah penamaan faktor saya rasa itu tugas sobaaat sajalah ya hehehe.. Disini, saya hanya ingin membuktikan pemfaktoran (dimensi) Euclidean analisis MDS nya saja dengan analisis faktor (CFA) hehehe.. Perlu sobat tahu analisis MDS ini akan sangat bagus jika si peneliti paham betul tentang historis perusahaan dan pengalaman dalam riset pemasaran selama bertahun-tahun hehehe..

Oke deh sobat semua, itu dulu yang mau saya bagikan saat ini tentang analisis Multidimensional Scalling hehehe.. Moga bermanfaat buat kita semua.. Salam sukses dan salam hangat terdahsyat dari saya :-)




0 komentar:

Poskan Komentar