Welcome to Wajibstat Analysis Jibvela17...

NEW WAJIBSTAT ANALYSIS IS COMING***

Kamis, 25 April 2013

KONSEP DASAR/FILOSOFI DAN TUJUAN ANALISIS DISKRIMINAN DILENGKAPI CONTOH KASUS PENERAPAN DENGAN SPSS



KONSEP DASAR/FILOSOFI DAN TUJUAN ANALISIS DISKRIMINAN  DILENGKAPI CONTOH KASUS PENERAPAN DENGAN SPSS

Malam sobat semua..  Apa kabarnya neh semua? Moga baik-baik aja ya hehehe.. Oke deh sob, kali ini seperti biasa saya mau posting lagi neh.. Bahasannya adalah seputar keluarga besar analisis multivariat.. Hemmh, tepatnya adalah analisis diskriminan atau analisis pembeda hehehe..

Nah, sobat kudu tau dan kritis untuk tau tentang apa sih tujuan analisis diskriminan ini dibuat, bagaimana urutan analisisnya, bagaimana perkiraan koefisien fungsi diskriminan bahkan sampai interpretasi dan simpulan yang tepat..Oke deh berikut yang saya bisa sarikan nih sob dari bukunya bapak Prof. J. Soepranto dalam bukunya “ Analisis Multivariat, Arti dan Interpretasi 2nd Ed”.

Nah, dalam bukunya beliau menulis kalau analisis ini berguna untuk membedakan (mendiskriminasi) beberapa kategori dalam variabel terikat (karena kualitatif/non metrik) yang sudah kita buat dari awal dengan memanfaatkan variabel-variabel bebasnya.. Nah, gak cuma itu, kita juga bisa ngeliat apakah ada perbedaan yang benar-benar signifikan antar kategori jika kita kaitkan dengan variabel bebasnya nih sooob hehehe.. 

Next, dahsyatnya lagi kita bisa cari tahu tuh, variabel bebas mana yang memberikan sumbangan terbesar secara berurut dalam membedakan kategori yang kita sudah buat untuk variabel terikatnya. Satu lagi yang gak kalah canggih, kita bahkan bisa tahu sejauh mana keakuratan/ketajaman analisis kita hahaha (cek J.Soepranto, Analisis Multivariat: Arti dan Interpretasi, p.77-78).

Menurut Hair, Amderson, Tatham, Black (1995) dikatakan kalau analisis diskriminan ini berguna pada situasi dimana observasi terbagi-bagi ke dalam kategori berdasarkan variabel bebas yang sudah diketahui dari catatan kasus.

Nah, mudahnya analisis diskriminan ini intinya untuk mengidentifikasi kira-kira karakteristik apa sih atau faktor apa sih yang benar-benar signifikan membedakan kategori yang kita buat (Yamin & Kurniawan, Tehnik Analisis Statistik, p.222)

Pengetahuan saja, analisis diskriminan itu pada dasarnya mirip-mirip dengan regresi logistik (reglog). Tetapi kalau dalam analisis diskriminan kudu/harus/wajib memenuhi asumsi multivariat normal, non multikolinieritas dan kesamaan varians (variance homogenity). Nah, kalau di reglog asumsi itu tidak diperlukan.. Perlu juga sobat pahami bahwa di reglog kita bisa menggunakan dummy variable sedangkan kalau di analisis determinan tidak bisa ya sooob..

Nah, analisis diskriminan sama juga kayak reglog yaitu ada pembagiannya. Kalau di reglog kita kenal binary reglog, multinomial reglog dan ordinal categorical reglog. (Untuk mengingatkan tentang reglog, mungkin bisa sobat cek lagi disini)

Naaah, dalam analisis diskriminan pun dibagi dua yaitu Ordinary Discriminant Analysis dan Multiple Discriminant Analysis. Bedanya adalah kalau yang Ordinary Discriminant, hanya ada dua kategori sooob (misal bangkrut-tidak bangkrut, sehat-tidak sehat, loyal-tidak loyal, masyarakat yang golput-memilih, pelayan restoran dengan layanan bagus-tidak bagus, dll).  

Kalau yang multiple berarti ada lebih dari dua kategori yang dipakai pada variabel terikat (misal perokok berat, sedang dan ringan; tanaman yang prospektif perkembangannya sangat tidak baik, tidak baik, cukup baik, baik dan sangat baik; misalnya lagi dalam analisis pemasaran produk terbaru: tidak potensial, cukup potensial dan potensial. 

Okeee saya harap sampai disini sobat paham dulu ya konsepnya hehehe.. Karena sebelum kita menerapkan contoh dan menjalankannya dengan program, ada baiknya sobat paham benar bagaimana konsep/filosofi dan apa tujuan analisis diskriminan/pembeda ini kita pakai.

Oiya awal mula pemikiran analisis diskriminan ini ada sejarahnya sooob.. Dah pada tahu belum hehehe.. Jadi tuh dulu ada arkeolog yang sedang meneliti tentang fosil tengkorak manusia yang sudah ratusan bahkan jutaan tahun lamanya. Sang peneliti sangat kesusahan doong mau ngelakuin identifikasi jenis kelamin dari tengkorak-tengkorak yang ditemukan itu.. Nah, muncullah pemikiran untuk menentukan kedua jenis kelamin dan mengetahui faktor-faktor mana sajakah yang sanggup membedakan kategori mana yang pria dan mana yang wanita.. Mungkin diukur dan diselidiki dari bentuk rahang, kening, struktur gigi dan lainnya.. Gitu tuh awal mula pemikiran analisis ini sooob hehehe...

Hemm, sebentar, saya akan memberikan contoh kasus penerapan analisis dikriminan ini. Harap bersabar dan mumpung masih ada kesempatan ayooo kita belajar dengan lebih semangat hehehe.. Oke deh.. itu dulu penjelasan konsep dasar/filosofi dan tujuan dari analisis diskriminan.. Contoh kasus segera hadir pada postingan selanjutnya.. Yaap, semoga tulisan bisa bermanfaat.. Semangat.. Salam sukses :-)


0 komentar:

Poskan Komentar