Welcome to Wajibstat Analysis Jibvela17...

NEW WAJIBSTAT ANALYSIS IS COMING***

Kamis, 04 Juli 2013

KONSEP PEMAHAMAN MULTINOMIAL NORMIT/PROBIT MODEL LOGISTIC REGRESSION DISERTAI CONTOH KASUS PENERAPAN PADA ANALISIS STRATEGI MARKETING PERUSAHAAN GADGET RAKSASA “SAMSUNG”, “NOKIA” DAN “BLACKBERRY” UNTUK KEBIJAKAN PEMASARAN PERUSAHAAN GADGET BARU “WAJIBSTAT”



KONSEP PEMAHAMAN MULTINOMIAL NORMIT/PROBIT MODEL LOGISTIC REGRESSION DISERTAI CONTOH KASUS PENERAPAN PADA ANALISIS STRATEGI MARKETING PERUSAHAAN GADGET RAKSASA “SAMSUNG”, “NOKIA” DAN “BLACKBERRY” UNTUK KEBIJAKAN PEMASARAN PERUSAHAAN GADGET BARU “WAJIBSTAT”

Selamat siang sobat semua.. Wah apa kabar noh sooob? Moga baik-baik aja ya semuanya hehehe.. Oke deeeh kayaknya udah lama banget saya gak posting soob dan mumpung kali ini saya ada waktu luang, oke saya buat postingan/tulisan lagi nih buat sobat semua hehehe..

Nah, kali ini bahasannya adalah Multinomial Normit/Probit Model Logistic Regression ya sooob hehehe. Nah seperti yang sudah pernah saya bahas dalam postingan sebelumnya tentang regresi logistik dan juga contoh kasus Binary Logistic Regression, (cek disini aja yaa), bahwa dalam regresi logistik,  variabel terikat memiliki skala data kategorik alias non metrik yaitu nominal ataupun ordinal.

Konsep tersebut juga kita turunkan untuk multinomial normit/probit model. Perbedaannya dengan regresi logistik logit secara teoritis adalah probit menggunakan fungsi kumulatif distribusi normal (Z) sedangkan untuk logit sendiri menggunakan fungsi kumulatif distribusi logistik yaitu fungsi distribusi eksponensial. 

Naaaah, selanjutnya permasalahan yang menggunakan model probit biasanya bersifat targetting system yang artinya pada level berapakah  suatu nilai harus diusahakan agar mampu menembus target sampai dengan 50 persen (setengahnya tercapai). 

Misalnya dalam kasus tertentu di bidang farmasi, dalam percobaan penerapan suatu jenis zat baru untuk melumpuhkan virus yaitu berapa persen dosis zat baru yang harus dicampurkan ke masing-masing serum agar 50 persen sampel virus percobaan yang dipakai bisa dilumpuhkan. Contoh lain dalam bidang analisis kepemilikan saham perusahaan, katakanlah perusahaan dengan  kepemilikan saham mutual (bersama), yaitu sampai berapa lot saham yang harus dikeluarkan oleh manejer perusahaan agar targetting 50% dari current debt of total bisa dibayarkan.

Nah, untuk contoh kasus kita ini seperti pada judul analisis strategi marketing gadget, maka penerapan normit/probit model ini adalah berapa persen potongan harga/diskon yang harus diberikan oleh perusahaan gadget dengan strateginya masing-masing agar target 50% dari total unit produksi tertentu bisa terjual/laku di pasaran.
 
Nah, sama halnya seperti analisis kovarians (ancova), maka dalam analisis probit ini kita menggunakan variabel kovariat sebagai pengontrol. Ingat bahwa variabel kovariat ini berskala data metrik (interval atau rasio).  Oke deh soob, daripada pusing mendingan kita langsung aja ya ke contoh kasusnya hehehe.. Nah, dalam kasus ini saya melibatkan ketiga perusahaan raksasa untuk gadget dengan produk andalannya yang seimbang untuk dibandingkan. Katakanlah untuk penelitian ini secara tersirat Samsung mengeluarkan produknya Samsung Galaxy, Blackberry mengeluarkan produk Samsung tipe Z dan Nokia sendiri mengeluarkan Nokia Lumia. Untuk strategi perusahaan ada yang bersifat prospector, defender dan analyzer.

Prospector sendiri adalah strategi yang terus menerus mengeluarkan inovasi produk baru mengingat pasaran produknya sedang laris manis saat ini di pasaran. Defender adalah untuk perusahaan yang lebih memilih bertahan karena memang selama ini sudah sempat punya nama besar/reputasi baik di pasaran dan hanya menelurkan beberapa produk baru tetapi dengan teknologi yang memang tak kalah canggih. Next, analyzer adalah perusahaan yang awalnya belum bersinar di pasaran dan terus mencari, menganalisis persaingan produk gadget lainnya sampai pada akhirnya mampu meniru dan mengembangkan ide dari produk-produk perusahaan ponsel lain hingga perusahaan analyzer ini siap dan yakin/mantap untuk menelurkan produknya di pasar dan bersaing dengan produk-produk lainnya.

Nah, kali ini sebuah perusahaan gadget Wajibstat yang baru saja mengembangkan sayap untuk terjun ke dunia persaingan usaha gadget canggih ingin mempelajari dan menganalisis strategi pemasaran yang sedang dipergunakan oleh ketiga perusahaan raksasa gadget yang sedang booming pada saat ini. Tujuannya untuk mempersiapkan berbagai strategi kebijakan untuk kesuksesan pemasaran gadget Wajibstat di masa mendatang.

Oke deh untuk strategi prospector saya atributkan kepada perusahaan gadget Blackberry, untuk defender saya atributkan ke perusahaan nokia dan terakhir untuk analyzer saya alamatkan ke perusahaan gadget samsung. Yap, agar tidak membuang-buang waktu, sobat download dulu data penelitiannya yang akan kita pakai yaa disini.

Oke deeeh pertama silahkan buka SPSS sobat, lalu input data sehingga pada data view akan muncul seperti berikut:


Untuk variabel strategi silahkan sobat atur pada variable view. Berikan value 1 untuk perusahaan dengan strategi Prospector BB, value 2 untuk perusahaan dengan strategi Defender Nokia sedangkan value 3 untuk perusahaan yang menggunakan strategi Analyzer Samsung. Berikut gambarannya:
  
Oke deh sekarang kita masuk ke bagian olah datanya. Silahkan sobat klik Analyze, Regression dan pilih Probit pada menu drop down. Berikut gambarannya:


Selanjutnya untuk bagian Respon Frequency silahkan sobat inputkan dengan variabel penjualan (Respon Frequency adalah bagian dari Total Response). Selanjutnya, untuk total response silahkan sobat isikan dengan variabel produksi. Nah, selanjutnya untuk Factor, silahkan sobat masukkan variabel terikat kita yaaa, yaitu strategi. Jangan lupa untuk mengatur Define Variable dengan angka 1 sebagai Minimum Value dan 3 sebagai Maximum Value (sesuai dengan data variabel strategi yang ada pada Data View). 

Next, masukkan variabel diskon ke dalam bagian Covariates. Ingat lagi bahwa kovariat atau variabel pendukung kontrol harus merupakan variabel berskala data metrik (interval atau rasio). Next, untuk bagian Transform silahkan sobat pilih Natural Log.
Jika langkah di atas sudah benar, maka sobat akan sampai ke  bagian seperti ini:






Oke deeeh selanjutnya klik Option lalu centang pada bagian Parallelism Test untuk melihat apakah parameter intersep untuk seluruh strategi sama atau tidak. Selanjutnya pada Natural Response Rate pilih Calculate from data dengan iterasi maksimum isikan 100. 

Tujuan dari Natural Response Rate ini adalah untuk melihat persentase penjualan terhadap total produksi tanpa kita mempersoalkan pemberian diskon/potongan harga. Dengan kata lain, kita bisa memprediksi berapa jumlah item yang bisa terjual sebenarnya andaikata kita memberikan harga 100% yaitu harga tanpa diskon. Yap selanjutnya klik Continue dan OK. Berikut ilustrasinya sooob hehehe...



Oke deeeh sob, untuk masalah interpretasi output nanti akan lumayan banyak jadi akan segera saya rilis pada postingan selanjutnya yaaa hehehe.. Yaap, itu dulu yang bisa saya bagikan ke sobat semua.. Semangaaat terus belajarnya.. Semoga postingan ini bermanfaat buat kita semua.. Salam damai dan sukses selalu :-)


6 komentar:

  1. mas..saya mau bertanya buku probit yang digunakan judul ny apa ya ? trims

    BalasHapus
  2. Om, mau tanya... 1.kalau penggunaan untuk discrete choice dengan menggunakan spss bagaimana ya...? 2. data seperti apa yang bisa dimasukkan ke spss untuk discrete choice

    BalasHapus
  3. TERIMAKASIH, cukup membantu. tuhan memberkati

    BalasHapus
  4. Untuk postingan hasil outputnya sudah adakah pak?

    BalasHapus