Welcome to Wajibstat Analysis Jibvela17...

NEW WAJIBSTAT ANALYSIS IS COMING***

Kamis, 16 Mei 2013

PROSEDUR ANALISIS ERROR CORRECTION MODEL UNTUK CONTOH KASUS PENERAPAN KEBERLAKUAN ANALISIS TEORI PURCHASING POWER PARITY (PPP)/ANALISIS DAYA BELI PARITAS DI NEGARA KANADA



PROSEDUR ANALISIS ERROR CORRECTION MODEL UNTUK CONTOH KASUS PENERAPAN KEBERLAKUAN ANALISIS TEORI PURCHASING POWER PARITY (PPP)/ANALISIS DAYA BELI PARITAS DI NEGARA KANADA


Siang sobat semua,, Wah gimana nih kabarnya?? Saya harap sobat semua baik-baik aja yaa hehehe.. Oke deh soob, seperti janji saya sebelumnya tentang penerapan analisis Error Correction Model (ECM), maka kali ini saya hadirkan postingan yang akan membahas prosedur analisis ECM ini.. Naaah, saya pakai contoh kasus analisis teori purchasing power parity (PPP) alias analisis daya beli di negara Kanada yaaa hehehe..


Oke deh pertama-tama saya beri sedikit pandangan tentang PPP ini sooob yaa.. Teori paritas daya beli ini dulunya diperkenalkan ekonom Swedia, Gustav Cassel di tahun1918. Teori paritas daya beli ini menghubungkan kurs valas dengan harga-harga komoditi yang dinyatakan dalam uang lokal di pasar internasional (Baile & McMohan, 1989:16-19). Jadi begini sooob yaa, analisis PPP ini pada intinya dipakai untuk perbandingan secara internasional standar hidup suatu negara dengan negara lainnya. 


Nah, dalam ilmu ekonomi, analisis PPP ini dipakai buat menghitung berapa banyak atau seberapa besar transaksi (pembelian) yang bisa dilakukan oleh nilai mata uang suatu negara tertentu (katakanlah dalam kasus kita nanti, negara Kanada)  dalam ukuran internasional. Pentingkah kita tahu seberapa besar transaksi yang dilakukan sejumlah nilai mata uang suatu negara? Jelaaaas penting banget sooob.

Berhubung kita tahu bawa barang dan jasa-jasa punya harga yang berbeda-beda dalam beberapa negara, maka kita perlu tahu kesanggupan mata uang suatu negara tersebut untuk keterbandingan daya beli secara internasional.


Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara dulunya memang hanya dihitung dalam mata uang lokal saja.. Nah, jadi untuk keterbandingan antara dua negara katakanlah, negara Kanada dengan Amerika Serikat, perlu dilakukan konversi mata uang hehehe.. Perbandingan yang hanya menggunakan nilai tukar nominal seolah menjadi semu karena tidak bisa mencerminkan perbedaan harga antar kedua negara.



Nah, teori PPP ini ada dua bentuk sooob.. Ada yang absolut dan ada yang relatif. Kalau absolut berarti keseimbangan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri ditentukan oleh perbandingan harga absolut dalam dan luar negeri (indeks harga konsumen/IHK dalam dan luar negeri)

Kondisi absolut ini pada prosesnya justru menciptakan hukum satu harga yang menyatakan kalau harga untuk jenis barang yang homogen akan sama baik di tempat manapun. Nah, kelemahan inilah yang akhirnya dicoba diakomodir dengan paritas daya beli relatif. Apa itu PPP relatif?? Nah, PPP relatif ini menyatakan kalau kurs valas adalah persentase perbandingan perubahan harga absolut dalam dengan luar negeri. Ingaaat persentase yaaa hehehe..



Nah di bawah ini adalah versi relatif dari Purchasing power parity (PPP) untuk kasus penelitian kita soooob hehehe..


SK = PK/PA


Catatan:
SK adalah nilai tukar mata uang Dolar Kanada terhadap Dolar AS

PB adalah indeks harga konsumen negara Kanada 

PB adalah indeks harga konsumen negara AS


Nah, lebih lengkapnya nanti silahkan sobat bisa perdalam lagi pengetahuan tentang PPP ini yaa hehehe.. Yaa, googling aja sooob kalau mau yang non pra dan pasca bayar hahaha... 

Ringkasnya, teori ekonomi purchasing power parity ini (PPP) relatif (untuk keterbandingan) ini menyatakan bahwa terdapat hubungan jangka panjang antara nilai tukar nominal (spot) dengan harga domestik dan harga luar negeri. Naaaah, hubungan jangka panjang tersebut dapat dituliskan sebagai berikut :





Nah, disini saya bedakan saja penulisan indeks harga untuk memudahkan saja.. Pada dasarnya, keduanya IHK dan CPI sama-sama menunjukkan indeks harga ya hehehe..


Okee deh sekarang sobat download dulu data penelitiannya disini yaa.. Oiya soob, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kurs Dolar Kanada terhadap Dolar AS, indeks harga Kanada dan indeks harga Amerika Serikat (bulanan) periode 1998 sampai dengan 2010 dengan indeks harga konsumen atas dasar harga konstan 2005=100 yang bersumber dari CDROM IFS oleh IMF, yang dipublikaskan oleh Bank Indonesia. 

Nah, nanti sobat akan menemukan tiga buah variabel yaitu lnkurs, lnIHK dan lncpi.. Next, ayooo kita masuk ke tahap pertama yaitu uji stasioneritas masing-masing variabel penelitiannya.. Go go go..



UJI STASIONERITAS LNEXC

Berikut masih saya berikan langkah untuk uji stasioneritasnya ya sooob.. Tapi untuk variabel lnexc saja yaa karena uji stasioneritas ini kaan sudah sering kita pakai soob baik pada saat analisis ARIMA dan analisis data panel. Nanti untuk variabel lnihk dan lncpi, perlakukan saja cara yang sama hehehe.. Untuk lebih lengkap, mungkin sobat bisa cek cek saja postingan saya sebelumnya terkait uji stasioneritas ARIMA karena langkahnya sama persis.



Langkah uji stasioneritas lnexc.. Pertama lihat dan cek data-datanya dengan yang ada di excel yaaa.. 


Nah, sekarang buka data lnexc (data kurs Kanada) dan klik View, Unit Root Test. Berikut gambarannya:
  

Selanjutnya, pada uji dulu unit root pada level (data asli/lnexc). Pilih None pada Test Equationnya. Berikut gambarannya:


Naaah, selanjutnya akan muncul hasil uji unit root/stasioneritas pada level sebagai berikut:
  

Perhatikan bahwa nilai probability ADF test stat 0,1851 lebih besar daripada Alpha 0,05 sehingga dengan demikian kita menerima hipotesis nol yaitu uji ADF tidak signifikan dan terdapat unit root pada data level. Cara lain, bandingkan nilai t-stat ADF dengan Mackinnon pada Alpha 0,05. Wilayah tolak hipotesis nol adalah jika nilai t-stat ADF lebih kecil daripada Mackinnon. Tampak pada hasil di atas, data tidak stasioner pada level.



Next, kita uji lagi stasioneritas data pada differens 1 (selisih data periode t dengan t-1). Tinggal sobat ganti level menjadi 1st diff .. Berikut gambarannya:


Berikut hasil uji unit root pada first differencenya sooob..
  

Perhatikan hasilnya bahwa data sudah stasioner pada differens 1 sooob.. Untuk variabel lain yaitu lnihk dan lncpi, silahkan sobat lakukan seperti langkah di atas.. Berikut hasil uji unit root lnihk dan lncpi pada level dan differens 1. Perhatikan bahwa variabel lnihk dan lncpi pun stasioner pada differens 1 (sama seperti lnexc)..




Output uji unit root lnihk (Indeks Harga Konsumen Kanada) pada level dan differens 1:




Output uji unit root lncpi (Indeks Harga Konsumen AS) pada level dan differens 1:





Naaah, karena seluruh variabel kita ternyata tidak stasioner pada level tetapi semuanya justru stasioner pada DIFFERENS YANG SAMA yaitu differens 1 (pertama), maka sudah tauuu dooong kemana arah analisis time series kita hehehe,,, Yaaa, larinya ke analisis Kointegrasi Kemungkinan ECM.. 

Yuuups, sekarang tinggal beberapa langkah lagi kita akan mendapatkan hasil apakah benar teori analisis Purchasing Power Parity (Analisis Daya Beli Paritas) berlaku untuk negara Kanada... Ingeeet, analisis PPP ini menyatakan bahwa ada hubungan jangka panjang antara nilai kurs suatu negara terhadap negara lain dengan indeks harga pada negara itu DAN indeks harga negara lain...



Nah, berikutnya untuk uji kointegrasi (analisis hubungan jangka panjang), maka kita akan meregresikan variabel pada data level (sebelum stasioner) dengan menempatkan variabel lnexc sebagai variabel terikat sedangkan variabel bebasnya adalah lnihk dan lncpi.. Berikut model penelitian jangka panjang kita sooob hehehe..




Nah, ayooo kita regress dulu sooob.. Caranya klik saja Quick, Estimate Equation.. Lihat gambaran berikut:




Selanjutnya, tuliskan model penelitian seperti berikut untuk keperluan regresi:


Berikut adalah hasil regresi kita sooob hehehe.. 




Sekarang sebelum kita menginterpretasikan model, kita uji dulu apakah memang terjadi kointegrasi (hubungan jangka panjang antara nilai tukar Kanada terhadap Dolar AS dengan indeks harga negara Kanada dan indeks harga negara Amerika Serikat) sehingga kita tahu apakah analisis Purchasing Power Parity (Analisis Daya Beli Paritas) benar-benar terjadi untuk negara Kanada.. Nah, ayooo sekarang kita ambil residual modelnya dulu untuk diuji unit root.. Lihat dan perhatikan langkah berikut ya soooob hehehe...



Lihat pada workfile muncul variabel baru bernama resid01.. Nah, silahkan double klik resid01 lalu uji deh unit rootnya seperti biasa TAPI PADA LEVEL yaaa hahaha.. Ini saya berikan tampilannya:



Lanjut, akan tampil hasil sebagai berikut dimana uji unit root untuk residual signifikan sehingga data residualnya sudah stasioner pada level sooob.. Yeaaaah.. hehehe..



Oke deh, karena uji kointegrasi sudah lolos yang terbukti dengan residual model jangka panjang yang sudah stasioner pada level maka kita interpretasikan model jangka panjang yang kita peroleh hehehe.. Ini outputnya saya ulangi lagi sooob..




Nah, berikut model jangka panjang penelitian (model kointegrasi) kita sooob hehehe





Naaah, berikut intepretasi model jangka panjang penelitiannya sooob.. Kita perhatikan juga bahwa variabel lnihk dan lncpi signifikan memengaruhi variabel lnexc.. 


Untuk variabel lnihk :

setiap kenaikan indeks harga konsumen negara Kanada sebesar 1% maka akan meningkatkan nilai tukar Dolar Kanada terhadap Dolar AS sebesar  2,5348 %.



Untuk variabel lncpi :

setiap kenaikan indeks harga konsumen negara Amerika Serikat sebesar 1% maka akan menurunkan nilai tukar Dolar Kanada terhadap Dolar AS sebesar  3,5252 %.



Nah, oke deeeh soob, untuk analisis Error Correction Modelnya (analisis hubungan jangka pendek) akan segera saya rilis pada postingan saya selanjutnya saja yaaa hahaha.. Soalnya, kepanjangan kalau saya tumpuk disini semua sooob.. Nah, sampai sini dulu sobat pahami analisis kointegrasi (hubungan jangka panjang) penelitian ini agar nyambung waktu saya posting analisis ECMnya hehe..


Oke deeeh sooob, kurang lebihnya saya hanya bisa mohon maaf,, Semoga postingan ini bermanfaat buat kita semua sooob,, Semangat terus belajarnya.. Salam damai, salam sukses dan salam hangat terdahsyat dari saya untuk sobat semuaaa hahaha :-)





6 komentar:

  1. Assalamualaikum mas Wajidman, saya ingin mempelajari tentang analisis statistik untuk menguji paritas daya beli ini. saya masih belum mengerti banyak tetang analisis statistik ini. Jika mas berkenan, bisa tidak mas bantu saya memahami ini? terimakasih.

    BalasHapus
  2. Walaikumsalam mbak Chita. Untuk berbagai referensi terkait analisis PPP ini bisa mbak Chita cari di web bookfi.org.
    Setelah memahami teori ini, maka proses running data bisa dilakukan dengan Eviews.

    BalasHapus
  3. Assalmualaikum, keren blognya mas, bisa menambah pengetahuan saya mengenai ECM.... jika berkenan, kunjungan baliknya mas, sekedar mampir k blog saya, salam kenal mas,,,,

    BalasHapus
  4. mas, apakah salah satu syarat penggunaan ECM keseluruhan variabelnya harus tidak stasioner di level? bagaimana jika ada 1 aja variabel yg stasioner di level?

    BalasHapus
  5. mantap,,subhanalah keren,,sangat membantu,penjelasannya secara kontinue dri postingan ke postingan ,,, sangat bantuin bljr ekonometrik.

    BalasHapus
  6. terimakasih penjelasan sebelumnya...
    saya mau tanya, cara kita mnegetahui terkointegrasi dengan memakai stata?

    BalasHapus